Friday, April 22, 2011

Video Mesum PNS Pemkab Berau Kalimantan Timur Beredar | No Link Download

Video Mesum PNS Pemkab Berau Kalimantan Timur Beredar | No Link Download - Video adegan mesum diduga oknum PNS Pemkab Berau, Kalimantan Timur, beredar luas sepekan terakhir. Peredaran video yang menyebar dari ponsel ke ponsel ini kini menjadi perbincangan hangat dan meresahkan masyarakat setempat.

Informasinya, rekaman video dengan format MP4 itu berdurasi 13 menit 03 detik. Video ini berisi rekaman seorang pria dan wanita yang sedang melakukan adegan asusila di kamar mandi. Dugaan kuat, mereka melakukannya di sebuah kamar hotel.

Dari tayangan video tersebut, wajah kedua pemeran terlihat sangat jelas sehingga dapat dikenali dengan mudah oleh warga Berau yang memiliki video tersebut.

"Disebut-sebut warga, pelaku prianya bekerja di bagian humas Pemkab Berau," kata Mahmud, warga Jl Pulau Panjang, Berau Kota, Sabtu (23/4/2011).

"Yang jelas, ini membuat resah warga. Kalau benar itu pegawai Humas Pemkab, sangat memalukan," imbuh Mahmud.

Tidak hanya beredar luas di Berau, video tersebut bahkan juga beredar sampai kawasan Samarinda, Kalimantan Timur dan menjadi konsumsi publik.

"Ya, ini video saya dapatkan dari teman saya. Katanya sih PNS humas Pemkab Berau," sebut Syamsi, warga Jl Pangeran Untung Surapati, Samarinda.

Informasi persebaran video tersebut juga telah sampai ke aparat kepolisian di Polres Berau. Video asusila itu kini tengah diselidiki pemeran dan penyebarnya.

"Sudah. Sudah kita lihat. Video itu menjadi petunjuk untuk melakukan penyelidikan yang tengah dilakukan Satuan Reskrim Polres Berau," kata Kasubbag Humas Bagian Operasional Polres Berau, AKP Marwoto.

"Informasinya begitu (pemeran diduga oknum PNS Pemkab Berau). Tergantung penyelidikan. Kalau benar, pemeran dan pelaku penyebaran kita tindak sesuai hukum," ujar Marwoto.

Diakui Marwoto, video tersebut kini telah menjadi konsumsi publik masyarakat Berau, sehingga menjadi alasan kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

"Iya, sudah jadi konsumsi publik dan ribut. Karena meresahkan, maka kita harus turun tangan menyelidikinya," tutup Marwoto. (sumber: detiknews.com)

____________________

No comments:

Post a Comment